Bodoh Sekali dia, Yamulia.

Beberapa bulan terakhir ini dunia memang tidak tenang, setelah ancaman perang dunia ke-3 yang untungnya gak jadi, kini kita berhadapan dengan wabah penyakit Covid-19. Namun, saya tidak akan membahas virus ini, tapi kelakuan orang-orang di internet khususnya facebook yang jika asisten raja benteng takeshi melihatnya, dia akan bilang "Bodoh sekali dia, Yamulia".


Hasil gambar untuk raja benteng takeshi bodoh sekali dia ya mulia
raja benteng takeshi. source: Google search. Kaskus
Facebook memang menjadi sumber segala hoax, tapi entah kenapa saya masih online di facebook? oo tentu untuk menikmati shitposting. hehe. Yang lebih lucu lagi adalah kelakuan usernya. Jika di jaman pemilu 2019 netizen (kususnya di facebook) yang kenyataanya hanya orang awam tiba tiba menjadi seperti lulusan S3 ilmu politik, kini di jaman pademi virus covid-19, orang orang awam ini tiba-tiba menjadi lulusan S3 Penyakit Inveksi.

Banyak diantara frienlist facebook saya yang terus terusan menyebarkan informasi tentang virus covid-19. entah itu dari media yang emang terdata di web dewan pers, dari lembaga pemerintah, hingga dari page tukang ngemis like.

Masih mending jika yang di share itu sumbernya bener, macam page media terpercaya atau lembaga pemerintah. Lah ini yang dari pej ngemis like, sudah informasinya banyak mengandung cocoklogi, hoax udah absolutly, dan masih ada aja yang mengimaninya. Bodoh sekali dia, yamulia.

Sebagai warga jawa barat, saya bersyukur pak gubernur Ridwan Kamil mempunyai program Jabar Saber Hoax untuk menangkal segala macam hoax yang beredar di internet. Kadang suka ketawa juga sih pas lihat postingan klarifikasinya sambil mikir "kok ada ya manusia yang percaya ginian" macam salah satu post yang berkaitan dengan pademi virus ini.
postingan Jabar Saber Hoax. source: https://web.facebook.com/official.jabarsaberhoaks/photos/pcb.524451951822729/524451821822742/?type=3&theater
Sebagai orang yang pernah sekolah, saya tau bahwa mana ada virus bentuknya mirip binatang kumbang gitu. Struktur virus cuma DNA atau RNA yang dilapisi protein. Namun entahlah, ada aja yang percaya sama informasi ini sampai menyebar dan diklarifikasi.

Informasi seperti ini akan mudah menyebar jika sudah ada unsur cocoklogi yang bawa bawa dalil agama didalamnya, dan ya.. netijen yang aslinya orang awam ini tiba tiba berubah menjadi seperti ustad yang ilmunya menyentuh langit. pasti kalian (kususnya pengguna facebook) pasti pernah melihat postingan corona adalah tanda akhir jaman yang membuat tempat ibadah ditutup. Kaget juga sih saya ketika tau salah satu penyebar informasi beginian adalah pejabat publik, walaupun saya taunya dari sebuah artikel cek fakta. 

Kita semua tau virus menyebar dengan cepat. Jika kalian berkumpul di satu tempat dan satu saja diantara kalian ini sudah terjangkit virus, maka ya virus ini pasti menular ke semua orang yang kumpul tadi. Giliran kena aja nyalahin pemerintah di internet. hehe.

Maka dari itulah MUI mengeluarkan fatwa, sejalan dengan himbawan pemerintah untuk tidak dulu kumpul-kumpul dan diem dulu sementara dirumah, termasuk ibadah jangan berjamaah dulu, tapi dirumah masing-masing. Wong orang-orang MUI itu pada hapal dalil hadis sama fiqih kok. Eh, entah mengapa ada aja orang yang keras kepala. Sering saya melihat orang yang membagikan postingan jangan kosongkan masjid lah, harus lebih takut pada tuhan lah, masjid kosong tanda kiamat lah, hidup mati urusah tuhan lah, dan karena kebetulah di friendlist facebook saya banyak netizen golognan kanannya, ya udah pasti absolutly shared sama mereka.

Entah mereka firqoh mana, penganut mazhab mana, taqlid ke ulamamana dan entah lulusan pesantren mana, tiap baca postingan macam begitu, gak ada dalil atau ketrangan ulama yang menyertai selain dalil cocologi dan argumentasi pribadi. Seenggaknya saya lulusan madrasah, dan di mata pelajaran fiqih kelas 12 saya tau suatu hukum itu bisa berubah berdasarkan kondisi dan situasi. orang-orang MUI lebih paham lah soal beigian. Lah ini orang awam, udah awam, sok tau lagi. Daripada memancing keributan di kolom komentar, menghapus mereka dari friendlist lebih mulia bagi saya.

Yah, selain harus menjaga kesehatan agar tidak tertular virus covid-19, harus juga kita menjaga diri dan pikiran agar terhindar dari virus kebodohan agar tidak ditertawakan raja benteng takeshi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

banjir dan maksiat apa hubungannya sih?