Sejak kapan sekolah jadi tempat mencari kerja?
"buat apa kuliah tingi-tnggi kalau ujung ujungnya jadi abang gojek". itulah sebuah status di facebook yang ditulis oleh seorang yang melintas diberanda facebook saya. tak salah memang, jika melihat data pengangguran terbuka tahun 2019 yang dikeluarkan BPS, orang orang berpendidikan akhir tingkat SMK dan universitas masih banyak yang menganggur.
![]() |
| data tingkat pengangguran, Sumber: BPS |
gini lho, jika dipikir lebih jauh, pernyataan di awal tulisan ini sangatlah keliru, saya pribadi semenjak SD sampai sekarang ber-kuliah di salahsatu kampus kecil di bandung tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali, mengapa? karena yang saya timba dari saat itu hingga saat ini adalah ilmu, bukan pekerjaan.
sekolah itu tempat mencari ilmu, bukan tempat mencari kerja.
saya sendiri terkadang suka aneh saat dulu membaca brosur sekolah menengah atas atau waktu membaca brosur kampus, pasti disana tertera "lulusan mudah diterima kerja" padahal seperti yang kita semua tau, sekolah itu tempat mencari ilmu, bukan pekerjaan.
jika dipikir lebih realsitis, lulusan yang mudah diterima kerja ya lulusan sekolah pelatihan kerja. jelas lah kan mereka memang dilatih untuk siap kerja dibidang pekerjaan yang jelas dan diberi keahlian kerja yang akan sangat berguna bagi mereka kelak.
lalu, mengapa sih lembaga pendidikan formal macam SMA, SMK, bahkan Universitas suka mencantumkan "lulusan mudah diterima kerja"?, ya buat narik siswa baru/maba sebanyak banyaknya lah.. hehe.
kembali lagi ke masalah pendidikan, kita ini sekolah tingi-tinggi mau ngapain sih? jika kamu menjawab agar mudah mencari kerja ya kamu salah server sekolah lah. di sekolah (gak tau kalau SMK, saya lulusan Madrasah Aliyah) bahkan di kampus saya saat ini, saya tidak mendapatkan pembekalan untuk siap bekerja di bidang pekerjaan tertentu, namun saya dibekali dengan banyak sekali ilmu. saya belajar cara menulis dengan rapih jaman SD, mulai pusing nyari X dan Y jaman SMP, mulai ngitung kecepatan cahaya Jaman SMA, dan sekarang, saya berkuliah di prodi Teknik Industri. apakah saya mendapatkan pekerjaan?. gak. lagi lagi saya hanya diberi ilmu. ilmu tentang bahan, tentang manusia, tentang uang, tentang mesin, dan ilmu bagaimana mengkombinasikan semua itu agar berjalan baik yang terkadang bikin pusing waktu ujian.
tidak hanya saya yang mengalami ini, anda juga yang pernah bersekolah mungkin juga sadar bahwa sedari SD sampai Kuliah yang diberikan para guru dan dosen ke kita cuma ilmu. dan hanya itu, gak lebih.
Ilmu yang berguna adalah ilmu yang diamalkan, Manusia yang berguna adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain disekitarnya.
sedari SD sampai kuliah kita dijejali dengan banyak sekali ilmu, udah lulus mau diapain ilmu ilmu yang seabreg itu?
jadi gini, ilmu yang diamalkan itu seperti pohon yang berbuah. bayangin deh, kamu punya pohon mangga, ibaratkan pohon mangga itu ilmu, dan kalau lagi musim, berbuah dong, manis lagi kaya aku, ibaratkan buahnya itu segala yang kamu lakukan dengan menggunakan ilmu yang kamu terima selama ini. bayangkan manisnya gimana.
Dan lihatlah teladan dari pendahulu kita yang berilmu, BJ Habibie misalnya, dengan ilmu per-pesawat-an yang beliau punya, belau bisa menerbangkan orang, atau Nadiem Makarim dan teman temanya, berbekal ilmu dibidang teknologi dia merintis gojek yang sekarang sering kamu order pas kamu lagi lapar tapi mager, atau bahkan tukang service HP yang dengan ilmu yang ia miliki ia bisa benerin HP kamu yang rusak pas kamu gak punya duit buat beli HP baru, dan banyak sekali orang-orang di alam ini yang mengamalkan ilmunya hingga ilmunya berguna bagi dirinya dan orang disekitarnya.
dan orang-orang yang memanfaatkan ilmunya untuk menghidupi dirinya disebut Profesional.
sedikit mengutip dari pengertianku.net, "profesional adalah orang yang hidup dengan cara mempraktekan suatu keterampilan atau keahlian tertentu yang terlibat dengan suatu kegiatan menurut keahliannya. Jadi dapat disimpulkan profesional yaitu orang yang menjalankan profesi sesuai dengan keahliannya"
mari kita kembali lagi ke jaman sekolah, dari SD hingga SMP, kamu belajar semua ilmu-ilmu dasar, jaman SMA kamu mulai mempelajari satu cabang ilmu baik itu ilmu alam atau ilmu sosial, dan di jaman kuliah, kamu benar-benar akan memilih satu sub bidang yang akan kamu tekuni hingga kamu bisa memutuskan untuk menjadi Profesional dibidang apa.
namun, ada orang-orang yang sudah merasa cukup dengan ilmu hingga masa Sekolah atas lalu mulai mengamalkannya, ada pula orang yang belum cukup dengan itu hingga ia melanjutkan pendidikanya ke tingkatan yang lebih tinggi, itu semua tergantung kamu mau memilih apa. segalanya adalah pilihan.
Kesimpulannya
Sekolah itu adalah tempat mencari ilmu, dan kamu bisa mencari ilmu setinggi apapun yang kamu mau. setelah itu kamu bisa memanfaatkan ilmu yang kamu punya itu dalam kehidupanmu agar menjadi ilmu yang bermanfaat dan manusia yang berguna bagi sekitarmu, dan menjadi profesional adalah salah satu caranya.
dan kurang kurangilah ngejatuhin impian orang yang lagi menuntut ilmu setinggi yang ia mau, kita gak pernah tau orang itu akan gimana dalam sehari, seminggu, sebulan, atau setahun yang akan datang.
dan kurang kurangilah ngejatuhin impian orang yang lagi menuntut ilmu setinggi yang ia mau, kita gak pernah tau orang itu akan gimana dalam sehari, seminggu, sebulan, atau setahun yang akan datang.

Komentar
Posting Komentar