Jangan sampai citacitamu jadi konten kreator berakhir menjadi pencuri konten

saya ingat waktu awal-awal saya kenal dengan dunia blogger, waktu itu tahun 2015 pada sebuah kursus komputer yang diselenggarakan sebuah sekolah, pada suatu hari di tempat kursus tersebut diselenggarakan workshop dengan tema membuat blog. pembicara workshop tersebut memaparkan bahwa "ada cara gampang mendapatkan banyak uang dari internet, yaitu membuat blog". kata beliau. saya yang langsung fokus ke diksi "mendapatkan banyak uang" langsung membuat blog setelah workshop tersebut selesai. dari situ saya mulai membuat blog pertama saya dan kebetulan masih aktif walaupun sudah jarang posting lagi sejak setahun lalu, dan blog tempat tulisan ini dimuat entah blog ke berapa, dan yang ini ditujukan untuk sekedar membagikan gagasan sederhana saya tentang segala sesuatu yang saya alami.


Hasil gambar untuk copyrights
Copyright, Sumber: google search, thebalancesmb.com

mendapatkan uang dari internet butuh lebih dari sekedar laman blog.

lambat laun waktu berlalu, saya mulai sadar bahwa untuk mendapatkan banyak uang dari internet butuh lebih dari sekedar laman blog, ini juga berlaku bagi anda yang akan fokus di platform lain seperti Youtube, Instagram, facebook, dan platform internet lainya. 

waktu awal mulai nge blog, saya semangat sekali membuat tulisan, tidak seperti tulisan ini yang memang keluar dari gagasan yang ada di kepala, postingan jaman dulu di blog saya isinya "copy & paste". dan itu terus saya lakukan sampai saya bosan dan berhenti mengurus blog lagi.

ada banyak hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pembuat konten kreatif di internet, saya berubah fikiran saat menonton video youtube opini.id dengan judul Batalin cita-citamu jadi youtuber.
di video tersebut dijelakan bahwa konsep dasarnya, youtube, facebook, instagram, dan blog juga platform media sosial lainya hanyalah etalase karya, dan youtuber, atau blogger, bukanlah sesuatu yang harus diseriusi, namun yang harus diseriusi adalah gagasan yang ada dikepalamu, lalu bagaimana gagasan itu dicurahkan hingga menjadi skill, dan skill itu terus-terusan diasah hingga bisa kamu pamerkan di youtube, facebook, blog, dan platform lainnya.

dan saya banyak melihat contoh nyata dari pernyataan tersebut. lihat saja misalnya bang David, konten kreator youtube gadgetin. dengan skill dia mereview gadget, ia bisa punya subcriber hingga 2 juta lebih, atau milhya, kreator game di youtube, walaupun bahasanya toxic, tapi skill editing video dan gameplay game juga berkat kelucuan dialog dia dengan teman temanya yang juga toxic membuat videonya selalu masuk trending 1 di trending game youtube. atau misalnya si Muqlis, kreator youtube MAQ, berkat skill menjelaskan sesuatu dan kemampuan melucu dia, dia punya banyak subcriber juga di youtube. gak hanya kreator youtube, main-mailah ke toko buku dan kamu pasti lihat buku tulisan Pidi Baiq, dan banyak penulis yang berkat skill story telling dia dengan media buku, mereka bisa menghasilkan novel yang bagus dan banyak yang baca.

selain kamu harus punya skill, kamu juga harus uniq. ini juga disebutkan di video tersebut, bahwa jaman sekarang orang sudah melakukan apapun di youtube, dan kamu harus jadi unik agar konten  yang kamu buat itu berbeda dari yang lain dan banyak menraik perhatian.

bagaimana dengan saya?


untuk sekarang saya menulis selain mengisi waktu di sela-sela perkuliahan, juga melatih bagaimana menjadi copywritter yang baik. saya tidak terlalu menyeriusi mengurus blog ini, itulah sebabnya blog ini baru punya konten yang sedikit. kan kegiatan sampingan. kenapa tidak diseriusi? saya tidak berniat menjad konten kreator sih, jadi profesional lebih menarik setlah saya menyimak pengalaman dosen-dosen saya yang pernah berada dan sebagian masih bekerja di bidang profesional. selain itu, saya tidak punya gagasan dan ide untuk mengisi konten di blog ini tiap hari, dengan kata lain, nulis kalau mau aja, hehe.

kesimpulanya


luruskanlah pola pikir. sebelum jadi konten krator, kamu harus punya bahan yang bisa kamu jadikan konten. dan bahan-bahan itu berasal dari buah pemikiran yang disebut gagasan, dan gagasan itu diturunkan lagi dalam bentuk skill. setelah kamu punya semua itu, ya.. tinggal eksekusi saja.

tapi jangan sampai kamu jadi pencuri konten ya, selain karena mencuri itu dosa, aturan tentang ini sekarang diatur dalam HAKI, lisensi CC, dan jika kamu nekat juga kamu bisa berurusan dengan pihak berwajib atau minimal polisi internet sperti kasus nyolong konten calon sarjana, hehe..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

banjir dan maksiat apa hubungannya sih?