Mengapa orang pandai menjadi "tuli" saat ujian ?
Ujian telah tiba, ujian adalah momen dimana pengetahuan siswa dikukur dan dinilai untuk mengetahui sejauh mana ia faham akan pelajaran dan untuk mengathui layak atau tidaknya ia naik tingkatan. namun, disaat yang lain sedang giat-giatnya belajar, ada beberapa siswa yang menghadapi ujian dengna santai.
saat ujian, suasana kelas berubah, dari yang tadinya ribut kini menjadi hening, bahkan yang tadinya mudah ditanya menjadi susah ditanya. apakah kamu pernah bertanya kepada orang yang kamu anggap lebih pintar daripada kamu? dan jika ditnya apa jawaban ia?, ia pasti menjawab tidak tau, atau bahkan gak mau jawab sama sekali.
mengapa saat ujian siswa yang pintar dikelas mendadak menjadi "tuli" ?
wajar saja. seperti yang disebutkan diatas, menjelang ujian, siswa-siswa sibuk belajar dan berlatih agar ia matang dalam pemahaman materi dan mampu menjawab segala bentuk soal yang diberikan. namun, disaat yang lain sedang giat-giatnya belajar, siswa yang malas dengan santainya menghadapi ujian dan ketika ujian, ia akan lirik kiri kanan mencari jawaban dari soal yang tak ia mengerti sama sekali.
setiap siswa, baik siswa yang pintar maupun yang kurang pintar pasti menginginkan hasil yang terbaik dari ujian yang mereka ikuti, dan hasil yang baik akan didapat jika siswa tersebut melakukan usaha yang keras juga. dan usaha yang ditempuh siswa yang rajin adalah belajar dengan giat.
berbeda dengan siswa yang rajin, siswa yang malas juga ingin hasil yang baik, namun usaha yang ia lakukan bukanlah belajar, tapi menanyakan jawaban soal ujian kepada temannya yang pintar.
menurut kamu, apakah ini sebuah keadilan?, siswa yang belajar giat siang malam untuk memahami materi, tiba tiba ditanya jawaban soal oleh siswa yang malas dan tidak belajar sama sekali?
menurut saya tidak, ini sangat merugikan siswa yang pintar. ia mengorbankan waktu, dan mengerahkan tenaga lebih agar ia mampu menjawab soal, sementara simalas dengan entengnya tanpa usaha keras meminta jawaban dari soal ujian yang ia pun gak mengerti sama sekali.
mengapa rugi?, jika misalkan simalas ini diberi jawaban, otomatis nilai yang ia dapatkan minimal setara dengan siswa yang rajin, bahkan jika simalas ini rajin bertanya ke lebih dari 3 orang rajin, ia kemungkinan akan mendapt nilai yang lebih besar dari orang-orang rajin.
bayangkan saja kamu yang rela belajar bahkan sampai begadang tiap malam, tapi nilai yang kamu dapatkan lebih kecil dari dia yang malas belajar dan kerjaanya hanya main. dia yang dengan santai bisa mendapat nilai besar dari kamu yang usaha mati-matian. kan gak adil.
entah siapa yang memulai mengukur kepadaian siswa ini, sistem ini harus dirubah. walaupun di kurikulum 2013 kebanyakan aspek yang dinilai adalah perilaku, dan katanya, 30% nilai akademik yang masuk raport, tapi tetap saja praktik mencontek ini tetap subur di dunia pendidikan. didukung dengan sikap pengawas ujian yang terkadang tidak peduli dengn siswa yang sendang diawasi membuat siswa makin mudah mencontek.
intinya, jika kamu ingin hasil yang baik, berusahalah dengan cara yang jujur, bukan dengan cara yang merugikan orang lain.
punya opini lebih baik?, bagikan di kolom komentar.

Komentar
Posting Komentar